Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Iklan

 


 


 


Potret Ketangguhan Pantang Menyerah Gadis Sebatang Kara, Mantan Pj Wali Kota Sinoeng N Rahmchmadi: Sungguh Patut Sebagai Inspirasi

Redaksi
Sunday, June 16, 2024
Last Updated 2024-06-15T17:17:31Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan Disini

 


Laporan: W Widodo


SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Di sebuah rumah sederhana di Kampung Belon, Kelurahan Kumpulrejo Argomulyo, Kota Salatiga, terdapat kisah inspiratif yang menyentuh hati banyak orang. Sinoeng N Rahmchmadi, mantan Penjabat Wali Kota Salatiga yang akrab disapa Mas Pj, mengunjungi rumah Aulia, seorang gadis muda yang hidup sebatang kara, menunjukkan perhatian dan kepeduliannya.


Wajah sedih tak dapat disembunyikan dari Sinoeng saat menceritakan perjalanan hidup Aulia. Gadis berusia 18 tahun ini baru saja menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 2 Salatiga, sebuah pencapaian luar biasa mengingat tantangan berat yang ia hadapi.


"Ini sebuah inspirasi ketangguhan seorang Perempuan Generasi Z yang mampu hidup sebatang kara," ujar Sinoeng kepada Suaraglobal.com, Sabtu (15/6/2024).


Aulia menunjukkan ketabahan luar biasa dalam menghadapi cobaan hidup. Dengan penuh kasih sayang, ia merawat ayahnya yang sakit hingga akhir hayatnya. Belum hilang rasa sedih atas kehilangan ayahnya, pada Februari 2024, ibunya jatuh sakit. Sekali lagi, Aulia setia mendampingi dan merawat hingga sang ibu berpulang ke Sang Khalik.


"Kesedihan tentu dirasakan atas kehilangan orang-orang yang sangat dicintainya. Namun, Aulia memegang teguh amanat almarhum ayahandanya bahwa sekolah harus setinggi mungkin dan akhirnya mampu lulus dari SMAN 2 Salatiga. Ia bahkan akan mengikuti tes seleksi masuk Perguruan Tinggi di UIN Salatiga tahun 2024 ini mengambil Fakultas Psikologi," tutur Sinoeng dengan mata berkaca-kaca.


Semangat tak mudah menyerah telah dibuktikan oleh Aulia. Meski usianya baru 18 tahun, ia terus melangkah maju meniti masa depan, walaupun beban perasaan dan kondisi hidupnya sangat berat untuk anak seusianya.


"Keyakinannya sangat kuat bahwa tidak ada kesulitan tanpa disertai kemudahan. Aulia juga meyakini bahwa Sang Khalik tak pernah salah memilih pundak siapa yang mampu untuk menjalani takdirnya," tambah Sinoeng.


Kisah Aulia adalah bukti nyata dari ketangguhan seorang generasi muda. Setiap persoalan dan kondisi yang tidak sesuai harapan, tidak membuatnya berhenti meratapi nasib. Satu hal yang tidak pernah ia lakukan adalah menyerah.


"Perempuan yang tinggal di Kampung Belon ini telah menjadi mutiara dan bukti ketangguhan generasi seusianya, Gen Z, dengan kelapangan hati dan kesabaran, meski beban perasaan yang tidak ringan," tutup Sinoeng.


Kisah Aulia tidak hanya menyentuh hati Sinoeng, tetapi juga menginspirasi banyak orang. Di tengah segala cobaan, Aulia tetap berdiri teguh, melangkah dengan penuh keyakinan bahwa masa depan yang cerah menantinya. (*)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Banner