Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Iklan

 


 


 


Kapolsek Simokerto Kembalikan Enam Remaja kepada Orang Tua Setelah Tak Terbukti Membawa Sajam

Redaksi
Sunday, June 30, 2024
Last Updated 2024-06-30T05:32:40Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Pasang Iklan Disini

 



Laporan: Iswahyudi Artya


SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM  – Kapolsek Simokerto, Kompol M. Irfan, telah mengembalikan enam remaja yang sebelumnya diamankan atas dugaan sebagai anggota gangster. Penyerahan dilakukan setelah penyelidikan menunjukkan bahwa mereka tidak terbukti membawa senjata tajam (sajam) sebagaimana diduga. 28 Juni 2024)


Penangkapan keenam remaja tersebut terjadi pada Kamis, 27 Juni 2024, sekitar pukul 03.00 WIB oleh Tim Respons Cepat Tindak Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polrestabes Surabaya. 


Remaja yang diamankan adalah AZZ (20), RA (15), NFH (15), LF (13), MHH (16), dan NF (14), yang berasal dari beberapa wilayah di Surabaya.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan, pihak kepolisian tidak menemukan bukti kepemilikan senjata tajam pada keenam remaja tersebut. Dengan dasar ini, pada Jumat, 28 Juni 2024, sekitar pukul 15.00 WIB, Polsek Simokerto mengantar mereka pulang dan menyerahkan kepada orang tua masing-masing. Orang tua menyambut baik keputusan tersebut dan menandatangani surat pernyataan untuk bertanggung jawab serta mengawasi anak-anak mereka dengan ketat.


Pawas Aiptu Dwi, Bhabinkamtibmas Aiptu Alim, dan Aipda Sandra, yang turut hadir dalam penyerahan, memberikan imbauan kepada orang tua dan ketua RT setempat untuk mengawasi aktivitas para remaja. Mereka juga diingatkan agar tetap waspada dan memastikan anak-anak tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum.

Sebagai bagian dari pengawasan, orang tua dan anak-anak mereka diwajibkan untuk melapor ke Polsek Simokerto setiap hari Senin dan Kamis. Langkah ini bertujuan untuk memberikan efek jera serta memastikan bahwa para remaja tidak kembali terlibat dalam tindakan kriminal.


Polsek Simokerto juga menahan sepeda motor milik remaja tersebut selama satu bulan sebagai tindakan disiplin. Hal ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi mereka dan menambah kesadaran akan pentingnya mematuhi hukum.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka. Kerjasama antara pihak kepolisian, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah keterlibatan remaja dalam kegiatan kriminal yang dapat merugikan mereka di masa depan. (*)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Banner