KESEHATAN – Seseorang yang baru pertama kali terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) disebut mengalami infeksi HIV akut atau primer.

Tahapan ini biasanya disebut dengan sindrom retrovirus akut . Pada umumnya muncul dalam waktu 2-4 minggu setelah terinfeksi HIV.

Selama tahapan ini, sebagian penderita tidak merasakan apapun. Namun sekitar 40-90 persen orang menunjukkan keluhan-keluhan mirip flu, sehingga sulit dibedakan dengan infeksi saluran napas biasa.

Berikut ini adalah lima tanda awal lain yang paling sering muncul:

1. Demam

Demam terjadi pada 96 persen kasus infeksi HIV akut. Demam dapat bersifat kambuhan atau hilang timbul, maupun konstan atau terus-menerus. Ciri demam mirip infeksi virus lainnya, yaitu bisa ringan hingga tinggi (sampai 39oC).

2. Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening terdapat di seluruh tubuh dan normalnya tidak teraba. Berbagai macam infeksi, termasuk infeksi HIV, dapat membuat kelenjar getah bening membengkak, sehingga terasa ada benjolan. Namun pada infeksi HIV, pembengkakan paling banyak terjadi di area leher, ketiak, dan selangkangan.

3. Radang tenggorokan

Tujuh puluh persen infeksi HIV akut ditandai dengan radang tenggorokan. Seseorang dapat mengeluh nyeri saat menelan. Tenggorokan juga tampak kemerahan saat pemeriksaan.

4. Ruam kemerahan pada kulit

Kelainan kulit pada tahap awal infeksi HIV tampak sebagai ruam kemerahan yang datar dan tidak gatal. Ruam ini muncul pada area tubuh yang luas seperti dada atau punggung.

5. Nyeri otot atau sendi

Layaknya infeksi virus lain, infeksi HIV akut juga menimbulkan nyeri otot atau sendi yang dirasakan sebagai pegal linu. Keluhan ini kerap membuat seseorang merasa lemas atau mudah lelah.

Selain kelima tanda di atas, sakit kepala, menggigil, keringat malam, dan luka atau sariawan dalam rongga mulut juga bisa muncul di tahap awal HЇV/AIDS. Tanda-tanda awal HЇV/AIDS itu biasanya berlangsung selama 1-6 minggu.

Tanda-tanda awal yang muncul menunjukkan bahwa sistem pertahanan tubuh sedang bekerja melawan virus. Pada tahap itu, kadar HЇV dalam darah orang yang terinfeksi sangatlah tinggi, sehingga orang lain mudah tertular.

Namun demikian, kemunculan tanda-tanda awal pada tubuh tidak serta merta berarti Anda terinfeksi HЇV. Ingat bahwa keluhan tersebut juga bisa disebabkan oleh infeksi virus selain HЇV.

Oleh sebab itu, penting untuk melakukan tes HЇV. Terutama, bila Anda mengalami sebagian besar dari tanda-tanda di atas, dan memiliki risiko terinfeksi HЇV beberapa minggu sebelumnya.

Jika hasil tes positif, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk memulai pengobatan HЇV. Infeksi HЇV yang ditangani sejak dini dapat mengontrol perkembangan virus dan mencegah penularan ke orang lain. Penanganan sejak dini juga dapat memperlambat infeksi HЇV menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yang hingga kini belum bisa disembuhkan.

 

[KESEHATAN]

LEAVE A REPLY