Starbucks

Berita Global – Starbucks membuka kafé terbesar di dunia di Shanghai, China, kemarin. Kedai yang disebut Reserve Roastery itu merupakan yang kedua setelah outlet pertama di Seattle.

Dengan luas 30.000 kaki persegi atau setengah lapangan sepak bola, Shanghai Roastery menjanjikan pengalaman minum kopi yang tak dapat dilupakan pelanggannya. Terletak di 789 Nanjing Road W, tempat itu juga menjadi lokasi bar kopi sepanjang 27 meter milik Starbucks. Bar kopi itu juga menjadi yang terpanjang di dunia.

Salah satu fitur yang mengagumkan adalah tong kopi setinggi dua lantai gedung. Starbucks juga menawarkan pengalaman augmented reality (AR) di kedai tersebut.

Para konsumen dapat memposisikan smartphonenya di depan fitur kunci di penjuru Roastery untuk mendapat informasi digital tentang berbagai hal terkait metode memanggang kopi. Outlet itu juga tidak hanya menyajikan kopi, di sana ada juga bar the serta makanan lain seperti beragam roti yang dibuat di tempat tersebut.

Executive Chairman Starbucks Howard Schultz menjelaskan, tak diragukan lagi bahwa China akan melampaui Amerika Serikat (AS) sebagai pasar terbesarnya. “Saya tidak tahu kapan tepatnya. Tapi tak diragukan dalam pikiran saya China akan menjadi pasar terbear di dunia untuk Starbucks,” papar Schultz pada Channel News Asia.

Saat ini sekitar 70% pendapatan perusahaan masih berasal dari AS. “Pada 2000, kami memiliki 3.000 kedai di AS dan sekarang kami memiliki 10.000 kedai di AS. Jadi membutuhkan waktu bagi kami 18 tahun untuk tumbuh dari 3.000 menjadi 10.000. Kami membutuhkan waktu setengahnya untuk mencapai 10.000 kedai di China. Jadi pertumbuhan China akan melampaui AS,” kata dia.

Starbucks saat ini memiliki lebih dari 3.000 kedai di China, dengan 600 kedai di Shanghai saja. “Anda akan melihat kami melakukan berbagai hal di China berdasarkan minat konsumen pada perangkat mobile dan teknologi yang akan menambah pertumbuhan dan pendapatan serta relevansi pada merek. Untuk menambahkan itu, kami akan terus membuka sedikitnya satu kedai per hari,” ujarnya.

“Dengan bertambahnya kelas menengah dan peluang di China, pasar menjadi jauh lebih besar di sini,” katanya.

Data Euromonitor menunjukkan, Starbucks menguasai 54,8% pangsa pasar khusus kopi di China yang bernilai USD3,81 miliar tahun lalu. Jumlah tersebut melampaui pesaing seperti McDonald’s Corp’s McCafe dan Whitbread Plc’s Costa Coffee.

Saat ini budaya minum kopi di China semakin meluas. Tidak hanya Starbucks, berbagai kedai kopi kecil juga menikmati pertumbuhan tren tersebut.

Di satu kafé kecil milik Wu Qiong, biji kopi direbus di gelas kaca saat gelembung-gelembung muncul. Kafé itu merupakan satu dari ribuan kedai milik seniman kopi di kota tersebut.

“Sekarang ada banyak pilihan bagi konsumen di pasar kopi. Orang dapat memilih kedai atau pergi ke toko khusus kopi,” ungkap Wu di kedai kopi kedua miliknya, pada kantor berita Reuters. Dia dan temannya mendirikan kedai itu tahun ini.

Pengamat dari Euromonitor yang berbasis di Shanghai, Yu Limin, juga menjelaskan, “Sekarang kami melihat meningkatnya jumlah merek-merek kecil dan kedai kopi independen. Mereka tumbuh pesat.

[ Berita Global ]

LEAVE A REPLY