Berakhir Manis

KRIMINAL – Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menyayangkan aksi main hakim sendiri warga Cikupa, Tangerang, yang menggerebek pasangan muda-mudi diduga mesum.

Pasangan muda-mudi berinisial R (28) dan M (20) itu diarak keliling kampung oleh kerumunan massa yang geram.

“Tidak boleh main hakim sendiri. Harusnya kejadian seperti itu dilaporkan kepada kepala desa atau kepolisian untuk ditindaklanjuti,” tutur Sabilul.

Menurut Sabilul, selain memaksa menelanjangi keduanya, tindak penganiayaan juga dilakukan oleh warga. Untuk itu, kasus tersebut pun diusut untuk meringkus warga yang melanggar hukum.

“Kedua korban terus dimintai keterangan dan dilakukan visum,” ucap dia.

Apa pun alasannya, menurut Sabilul, main hakim sendiri tidaklah dibenarkan. Dari peristiwa itu, sementara sudah tiga pelaku yang ditangkap, masing-masing berinisial G (41), T (44), dan A (37).

“Mereka terduga pelaku yang menjadi dalang dalam aksi tersebut,” Sabilul menandaskan.

Selain menangkap pelaku main hakim sendiri, polisi juga akan memburu penyebar video viral pasangan saat diarak dalam kondisi setengah telanjang itu karena telah melanggar Undang-Undang ITE.

“Pengunggah video itu kita buru karena juga melanggar hak privasi orang lain,” tutur Sabilul saat dihubungi.

Menurut Sabilul, perlakuan warga itu bagian dari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Demi meringkus pelaku, tim siber sudah dibentuk dan pengumpulan informasi dari berbagai pihak sedang dirampungkan.

“Orang-orang yang terlibat termasuk orang-orang yang turut merekam akan kami mintai keterangan. Intinya, ini negara hukum. Tidak boleh tindakan main hakim sendiri kita biarkan,” ucap dia.

Dia menjanjikan akan mengusut tuntas kasus tersebut. Video viral tidak pantas yang sudah viral itu akan diusahakan hilang seluruhnya dari penyebaran.

 

[INDONESIA]

LEAVE A REPLY