ibukota

INDONESIA – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terang-terangan menolak ibukota Indonesia dipindahkan dari Jakarta. Djarot mengaku terus bekerja keras agar Jakarta tetap memegang predikat daerah khusus ibu kota.

“Banyak itu (alasannya), panjang dan nggak bisa sepotong-potong,” ujar Djarot seusai sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).
Menurut Djarot, memindahkan ibukota bukan perkara mudah. Dia berpendapat lebih baik mengoptimalkan pembangunan di Jakarta, khususnya di sektor transportasi publik, guna mengurai kemacetan.

“Sekarang ini kan macet, maka kita geber betul pembangunan sektor transportasi publik. Kalau ini diteruskan, maka Jakarta akan sangat berkurang tingkat kemacetannya,” ucapnya.

Alasan lain yang membuat Djarot tak setuju dengan wacana pemindahan ibukota adalah Jakarta merupakan miniatur Indonesia, seperti yang digagas Sukarno. Hal ini disampaikan Djarot dalam sambutannya di acara Lebaran Betawi di Setu Babakan, Minggu (30/7) kemarin.

Penolakan itu juga disampaikan langsung di depan Presiden Jokowi. “Oleh karena itu, kalaupun ada wacana pindah ke mana-mana, maaf Bapak Presiden, kami masih belum yakin terhadap aura dan cikal bakal bahwa Jakarta adalah miniatur Indonesia,” ujar Djarot, Minggu (30/7).

Jokowi sebelumnya sudah buka suara soal rencana pemindahan ibukota negara ke luar Pulau Jawa. Jokowi mengatakan wacana pemindahan ibukota negara masih dalam kajian sebelum benar-benar dilaksanakan.

“Apakah ibukota negara akan pindah? Pindah ke mana? Begini. Wacana pemindahan ibukotạ negara Indonesia sampai dengan saat ini masih berada pada tahap kajian. Di acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang saya hadiri siang ini saya sampaikan, ada tiga provinsi yang sedang dikaji lebih dalam,” tutur Jokowi.

[INDONESIA]

LEAVE A REPLY