freeport indonesia

Berita Indonesia –  PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan karyawan yang melakukan mogok kerja beberapa waktu lalu, telah dianggap mengundurkan diri. Pasalnya, manajemen telah meminta mereka untuk bekerja kembali namun tidak ada jawaban.

Hal ini disampaikan Vice President Corporate Communication Freeport Riza Pratama setelah manajemen perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut, bertemu dengan perwakilan IndustriALL, yang mewakili serikat pekerja-serikat pekerja secara global.

Tim IndustriALL meminta untuk berdiskusi dengan PTFI terkait status sekelompok mantan karyawan di tambang Grasberg, dan persoalan industrial yang telah didiskusikan oleh PTFI dan serikat pekerja selama beberapa bulan terakhir.

PTFI hingga saat ini mempekerjakan ribuan karyawan Indonesia, banyak diantaranya berasal dari Papua, di wilayah operasinya di Papua, dan terus melakukan pelatihan ekstensif dan kualifikasi lara pekerja baru di sana.

Riza mengungkapkan, PTFI mengacu pada hukum dan peraturan yang mengatur hal tersebut, serta Perjanjian Kerja Bersama antara serikat pekerja dan perusahaan.

“Dalam hal ini, pengunduran diri merupakan konsekuensi yang disayangkan bagi sejumlah pekerja terkait absensi mereka yang berkepanjangan, kendati perusahaan telah melakukan berbagai upaya dan permintaan agar mereka kembali bekerja,” Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Menurutnya, PTFI terus fokus menjaga keselamatan dan motivasi para pekerja. Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada setiap pekerja kami atas kerja keras dan ketekunan mereka.

“Kami mengutamakan pentingnya memelihara dialog yang terbuka dalam semua permasalahan ketenagakerjaan dan mengutamakan kesejahteraan para pekerja kami. Kami terus berkomunikasi dengan para perwakilan pekerja dan serikat pekerja guna mendengarkan kepentingan mereka dan menyampaikan pandangan kami,” tandasnya.

[ Berita Indonesia ]

LEAVE A REPLY