kim jong un

Berita Global – Dalam pernyataan yang di sampaikan kantor berita resmi Korut, Korean Central New pasukan mliter korea utara berkumpul di Pyongyang pada hari sabtu (14/4) untuk unjuk kekuatan, ketegangan di semenanjung korea semakin memuncak di tengah spekulasi korea utara (korut) akan kembali menggelar uji coba nukril. militer Korut bersumpah akan memberikan respon “tanpa ampun” terhadap setiap provokasi yang di lontarkan Amerika Serikat.

Pernyataan ini menanggapi posisi keras AS dan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Korut secara sepihak, jika China gagal menghentikan ambisi nuklir Korut, sekutunya. AS bahkan telah mengerahkan satu kapal induk bertenaga nuklir, USS Carl Vinson, ke dekat Semenanjung Korea.

“(Pemerintahan Trump) Memasuki jalur ancaman terbuka dan pemerasan terhadap DPRK,” tegas militer Korut seperti dikutip KCNA. DPRK merupakan kependekan dari nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

Dengan merujuk pada serangan rudal AS ke Suriah beberapa waktu lalu, militer Korut menegaskan pangkalan militer AS di Korea Selatan (Korsel) juga istana kepresidenan Korsel atau Blue House akan hancur dalam waktu singkat jika muncul provokasi AS.

“(Pangkalan militer AS) Bersama dengan markas-markas iblis seperti Blue House akan hancur lebur dalam beberapa menit,” sebut KCNA.

“Semakin dekat target besar seperti kapal induk bertenaga nuklir mendatangi kami, akan semakin besar pula dampak serangan tanpa ampun,” imbuh militer Korut dalam pernyataannya.

Korut telah melakukan serangkaian uji coba rudal dan nuklir beberapa waktu terakhir, yang jelas-jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Pada Sabtu (15/4) ini yang merupakan peringatan hari kelahiran Kim Il-Sung, pendiri Korut, muncul spekulasi bahwa negara komunis itu akan menggelar uji coba nuklir keenam. Spekulasi ini didasarkan pada laporan citra satelit yang menunjukkan aktivitas berkelanjutan di situs uji coba nuklir Punggye-ri, Korut.

Pada Jumat (14/4) waktu setempat, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, memperingatkan bahwa konflik dengan Korut bisa terjadi kapan saja. Wang juga mengingatkan, tidak akan ada pemenang jika perang sungguh terjadi di Semenanjung Korea.

LEAVE A REPLY