duta besar china

GLOBAL – Duta Besar China di Washington meminta Amerika Serikat untuk berhenti mengancam Korea Utara yang menentang tekanan internasional dan kembali meluncurkan peluru kendali melintasi Jepang.

“Sejujurnya, saya pikir Amerika Serikat mesti melakukan … lebih banyak dari sekarang, sehingga ada kerja sama internasional efektif dalam masalah ini,” kata Duta Besar Cui Tiankai dalam acara di Kedutaan, Sabtu (16/9).

“Mereka mesti berhenti mengeluarkan ancaman. Mereka harus melakukan lebih banyak untuk mencari cara efektif memulai kembali dialog dan negosiasi.”

Presiden Donald Trump dan pihak-pihak lain di Amerika Serikat meminta China meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Korut yang merupakan salah satu sekutunya.

China berperang bersama Korea Utara dalam perang Korea 1950-53, saat pemimpin China Mao Zedong kehilangan anak sulungnya. Selain itu, Beijing telah lama menjadi sekutu utama Pyongyang sekaligus rekan perdagangan.

Namun, pemerintah China menghindari gagasan yang menyebutnya mempunyai pengaruh besar terhadap Pyongyang. Alih-alih, Beijing mengatakan Amerika Serikat yang mesti berbuat lebih banyak.

Trump sempat menyatakan mempertimbangkan berhenti berdagang dengan negara-negara yang berbisnis dengan Korea Utara. Menanggapi, Cui balik memberi peringatan.

“Upaya untuk menepikan perdagangan China-AS, atau bahkan menjatuhkan sanksi pada China, saya rasa salah sasaran,” kata Cui dalam laporan Xinhua yang dikutip Reuters.

“Jika ada yang menekan China atau menjatuhkan sanksi terkait Korut, langkah itu tidak akan didukung oleh banyak warga AS,” ujarnya.

 

[GLOBAL]

LEAVE A REPLY